22 July 2015

Malaikat Yang Mendatangi Orang Sakit

Tak perlu kamu bersedih dalam sakit karena itu adalah ujian dalam ibadahmu. Salah satu bukti kasih sayang-NYA adalah, ALLAH SWT mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam sakit.

Apabila seorang hamba ALLAH SWT yang beriman menderita sakit, maka ALLAH SWT memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.

Diriwayatkan oleh Abu Imamah Al Bahili. Dalam hadist yang lain Muhammad SAW : 

“Apabila seorang hamba mukmin sakit,maka ALLAH mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”

ALLAH SWT memerintahkan :

  • Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
  • Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
  • Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
  • Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya,maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala ALLAH akan menyembuhkan hamba mukmin itu,ALLAH SWT memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya,rasa lezat dan cahaya di wajah sang hamba. Namun untuk malaikat ke 4, ALLAH SWT tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin.

Maka bersujudlah para malaikat itu kepada ALLAH SWT seraya berkata :
“Ya ALLAH...mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan..??”

ALLAH SWT menjawab:
“Tidak baik bagi kemuliaan-KU jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana Sabda Rasulullah SAW : 
“Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

Dan Sabda Rasulullah SAW : 
"Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, marabahaya, dan juga kesusahan hingga duri menusuknya, melainkan ALLAH akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut (HR.Bukhari dan Muslim)

Seperti Sebuah Musim

Ada kalanya badai salju membekukan hati..
Ada kalanya keindahan cinta bersemi..
Ada kalanya kemarau mengeringkan rasa..

Aku pun merasakannya..
Aku begitu paham akan perasaanmu..
Karena kebetulan saja kita berada pada persimpangan yang sama..
Arena yang memaksa kita untuk banyak merenung dan introspeksi..

Bila kau bersembunyi di balik ceriamu..
Maka aku bersembunyi di balik diamku..
Dalam diam yang terkadang menjemukan..
Hingga aku dan engkau saling mengingatkan..

Bukankah dunia itu misterius..??
Ada rahasia yang tersembunyi,, menantang untuk ditemukan..
Puzzle-puzzle kecil yang berserak menunggu untuk dikumpulkan,,
dibaca dan ditelaah maknanya..
Dunia itu menarik,, kompleks,, rumit tapi berwarna..
Selalu ada kejutan-kejutan kecil di setiap langkah..

26 January 2013

Hati Yang Patah Berjalan

Pada mulanya ku ingin menangis,
Tapi ku minta TUHAN mengeringkan air mataku.
Ku duduk disampingnya tuk merenungkan,
Merenung saat-saat pahit dan manis di hari ku.
Ku pandangi kosong lorong diseberang sana,
Dan ku bendung segala perasaan itu.
Walaupun semua hampir sampai di ujung bibirku..

Namun perasaanku padanya tak juga hilang.
Tetap saja ku masih terpesona,
Ketika dia tersenyum, akhirnya ku jemu menangis,
Mungkin kepedihanku akan berakhir,
Kalau ku timpakan semua kesalahan kepada waktu..

Dadaku tak cukup angkasa menanggung dunia.
Ku usap dinding kosong, kosong seutuh wajahnya.

Akhirnya ku berbalik juga pergi meninggalkannya.
Kupikir semua telah berakhir, 
ini pasti penghabisannya..
AAAAAAHHH....!! belum sampai ku ungkap semua,
langkah menuntun ku cepat menghilang..

Hari mulai berkanvas gelap, dan horizon pecah.
Kosong tepi jalan saat itu, karena langit telah robek waktu ku.
Berlari tak sampai, menunggu tak kunjung datang, maka kuseka kecewa berleleh di tepi mata..

Jantungku serasa lepas dari dada.

Takala mengutuk diri untuk menyadari, bahwa ku benar-benar meninggalkannya.
Sampai waktunya nanti semua perasaan yang pernah ada, akan terbenam di laguna, 
Tak cukup tangan menolongnya..

Kini ku hanya bisa memetik DOA di atas permadani.. -S20-

30 December 2012

Paku dan Bekas Luka


Beberapa baris di bawah ini untuk direnungkan, sisihkanlah beberapa menit untuk membaca ini.
Ada beberapa pesan yang baik untuk jiwa kita.

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang dipagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri atau bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Kemudian, sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :
"Anakku, kamu sudah berlaku baik,tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf atau menyesal, lukanya sama perihnya seperti luka fisik."

Ada beberapa makna yang tersirat dari pesan ini, yang mungkin saja dapat menyadari kita untuk bersikap lebih bijaksana.
  • Bertanggung jawablah atas tindakanmu.
  • Berbicaralah pelan tapi cepat dalam berpikir.
  • Jangan biarkan selisih paham merusak indahnya persahabatan.
  • Jangan adili orang lain, tetapi adili dirimu secara kritis dahulu.
Ingatlah bahwa kasih yang terindah dan sukses yang terbesar mengandung banyak RESIKO.

20 December 2012

History of This Blog

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Salam kenal dari penulis untuk mereka yang sedang menikmati setiap coretan di blog ini. Sedikit mengulas tentang sejarah publish-nya blog ini dan ide untuk membuatnya adalah berawal dari kegiatan iseng yang motifnya hanya untuk booking domain saja.. hahaaa...

Blog ini sebenarnya sudah di-publish sejak tahun 2008, dan selama 4 tahun gw baru berhasil muat  2 coretan (sementara 2 coretan itu di-remove dulu untuk di re-post kembali dilain waktu). Emang niat awalnya hanya booking domain saja, makanya seperti ga niat buat bikin coretan. Selama 4 tahun gw belum sempat punya tujuan dan bingung mau buat coretan apa di blog ini. . Pada titik ini gw juga merasakan bahwa membuat coretan itu ternyata lebih sulit dari membaca. Padahal belajar membaca sepertinya jauh lebih sulit dari pada belajar mencoret.

Akhirnya semakin menyadari bahwa kapasitas hard disk di otak gw itu kecil, maka ada perlunya juga menuangkan isinya dalam coretan-coretan kecil disini, entah tentang apapun dan bagaimana caranya itu. Tujuannya, kalau suatu saat gw kena penyakit lupa, disini gw bisa menemukan coretan sejarah yang bisa membantu restore memory otak gw.

Hari ini gw nyatakan bahwa blog ini akan terlahir kembali dengan nama "Masterpiece From One Graffiti" , dan hidup dengan tujuan yang baru. Semoga semangat aksi coret-coret ini tidak hanya angin semata dan bisa meramaikan aktivitas para blogger. Harapannya semoga blog ini bisa bermanfaat untuk orang banyak.


Selamat menikmati, Selamat berkarya, Selamat mengukir coretan sejarah mu.

Wassalam.