26 January 2013

Hati Yang Patah Berjalan

Pada mulanya ku ingin menangis,
Tapi ku minta TUHAN mengeringkan air mataku.
Ku duduk disampingnya tuk merenungkan,
Merenung saat-saat pahit dan manis di hari ku.
Ku pandangi kosong lorong diseberang sana,
Dan ku bendung segala perasaan itu.
Walaupun semua hampir sampai di ujung bibirku..

Namun perasaanku padanya tak juga hilang.
Tetap saja ku masih terpesona,
Ketika dia tersenyum, akhirnya ku jemu menangis,
Mungkin kepedihanku akan berakhir,
Kalau ku timpakan semua kesalahan kepada waktu..

Dadaku tak cukup angkasa menanggung dunia.
Ku usap dinding kosong, kosong seutuh wajahnya.

Akhirnya ku berbalik juga pergi meninggalkannya.
Kupikir semua telah berakhir, 
ini pasti penghabisannya..
AAAAAAHHH....!! belum sampai ku ungkap semua,
langkah menuntun ku cepat menghilang..

Hari mulai berkanvas gelap, dan horizon pecah.
Kosong tepi jalan saat itu, karena langit telah robek waktu ku.
Berlari tak sampai, menunggu tak kunjung datang, maka kuseka kecewa berleleh di tepi mata..

Jantungku serasa lepas dari dada.

Takala mengutuk diri untuk menyadari, bahwa ku benar-benar meninggalkannya.
Sampai waktunya nanti semua perasaan yang pernah ada, akan terbenam di laguna, 
Tak cukup tangan menolongnya..

Kini ku hanya bisa memetik DOA di atas permadani.. -S20-